Menggunakan pintu kaca di hunian memang mampu menampilkan kesan yang mewah dan elegan. Tampilannya yang memukau, membuat banyak masyarakat di era modern memanfaatkan pintu kaca ini sebagai salah satu bagian dari pernak-pernik rumahnya. Terlebih dengan banyaknya produksi dengan harga pintu kaca yang relatif terjangkau, membuat penggunaannya semakin meningkat. Meskipun demikian, pintu ini tidak bisa terlepas dari kerusakan. Lantas, apa saja kerusakan yang terjadi dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak ulasan berikut!

Kerusakan Pada Pintu Kaca

Pada umumnya, barang apapun yang digunakan tentu tidak akan terlepas dari kerusakan. Apalagi jika penggunaannya tidak baik dan barang digunakan dengan ceroboh, bisa membuat kerusakan lebih cepat terjadi. Bahkan, jika cara pemasangannya kurang tepat, potensi kerusakan akan semakin besar. Tak jarang, bisa menyebabkan kaca mengalami retak hingga pecah yang pastinya membuat Anda harus menggantinya dengan yang baru.

Meskipun demikian, pintu kaca lebih jarang pecah jika pemasangannya tepat. Terlebih jika Anda menggunakan jenis kaca yang tebal seperti tempered sehingga kekuatannya lebih tinggi. Namun, beberapa kerusakan lain akan menghantui penggunaan pintu kaca ini. Beberapanya seperti pintu yang berdecit, adanya jamur membandel di permukaan kaca, pintu yang sulit dibuka, hingga keretakan pada kaca.

Penyebab Kerusakan

Barang yang rusak, pastinya tidak terlepas dari penyebab yang memicu kerusakan itu terjadi. Namun, kerusakan ini bisa dipicu oleh beberapa faktor. Faktor apa sajakah itu?

  • Usia Pintu

Faktor pertama bisa dipicu karena usia pintu yang sudah tua atau Anda sudah lama menggunakannya. Seiring penggunaan pintu kaca frameless yang terlampau lama, bisa mengurangi fungsi dan kegunaannya. Dari mulai banyaknya jamur di permukaan, hingga engsel dan pintu yang sulit digunakan.

  • Jarang Dibersihkan

Bagaimana jadinya jika pintu kaca belum terlalu lama digunakan tapi sudah rusak dan tidak bisa digunakan? Bisa jadi, hal tersebut dikarenakan Anda enggan dan jarang untuk membersihkannya. Semakin jarang Anda membersihkan pintu kaca, semakin cepat kaca berjamur dan membuat permukaannya tidak bagus dipandang. Bahkan bagian rel pintu pun cenderung berkerak yang menyebabkannya sulit dibuka dan berdecit.

Cara Mengatasi Pintu Kaca yang Rusak

Cara Mengatasi Pintu Kaca yang Rusak

Meskipun kerusakan pada pintu kaca ini bisa muncul kapan saja, namun Anda bisa mengatasi kerusakannya dengan beberapa cara berikut:

  • Ganti Karet Penahan Saat Pintu Berdecit

Ketika Anda menemukan masalah pada pintu kaca yang bersuara tidak nyaman saat dibuka, maka periksalah karet penahan di bagian bawah atau atasnya. Biasanya suara ini dihasilkan karena karet yang menipis. Anda bisa mengganti bagian karet penahan tersebut dengan meminta bantuan pada ahlinya.

  • Periksa Railing dan Bersihkan Saat Pintu Sulit Dibuka

Selain bersuara, kerusakan pintu kaca frame less adalah adanya kesulitan saat dibuka. Penyebab umumnya karena ada kerak atau kotoran di bagian rel pintu atau railing yang menghambat pergerakannya. Untuk mengatasi masalah tersebut, periksa bagian rel, bersihkan kerak dan noda-noda yang menempel, lebih baik lakukan seminggu sekali. Tambahkan juga pelumas agar pergerakannya lebih sempurna.

  • Retak atau Goresan Kaca

Selain beberapa kerusakan tersebut, keretakan atau adanya goresan pada kaca seringkali jadi masalah umum. Penyebabnya seringkali karena pemuaian saat terkena panas matahari yang mengakibatkan adanya peregangan sehingga space berkurang. Namun, Anda masih bisa mengatasinya dengan mengoleskan pasta gigi atau cat kuku pada bagian yang retak. Atau jika retakan cukup besar, bisa diatasi dengan penggunaan stiker kaca untuk menutupinya

Kerusakan pada pintu kaca memang menjadi masalah yang tidak luput terjadi pada masyarakat. Namun jika Anda lebih berhati-hati dalam merawatnya, kerusakan bisa lebih diminimalisir. Apalagi harga pintu kaca yang dianggap lebih tinggi dibanding jenis lainnya. Meskipun demikian, jika hal kerusakan terjadi, tidak ada salahnya menggunakan beberapa cara tersebut dalam mengatasinya.